PENJAGAAN DIRI DARI KEMAKSIYATAN (KHOMR DAN JUDI)

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah  Azza Wajalla atas limpahan rahmat dan karunia kepada kita semua.  Sholawat dam salam  semoga tercurah kepada Nabi besar Muhammad SAW, segenap keluarga dan sahabatnya.

Sebagai orang muslim kita harus memahami dan menyadari bahwa kita adalah manusia yang telah dipilih oleh Allah dijadikan sebagai orang yang beriman dan bertaqwa, dijadikan waliyullah, dimulyakan hidup di dunia dan di akhirat, maka kemulyaan ini harus dipertahankan dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan memperbanyak syukur dan beribadah kepada Allah, berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari dan menjauhi berbagai macam bentuk pelanggaran (kemaksiyatan) dan dosa, baik itu dosa yang kecil maupun dosa yang besar.  Sebab sekecil apapun perbuatan yang melanggar peraturan Allah dan Rasul berakibat dosa dan sekecil apapun dosa  pasti ada siksanya di akhirat.

Pada umumnya manusia dan  khususnya orang iman menyadari bahwa berbuat dosa pasti akan menanggung akibatnya, tetapi keinginan untuk melakukan kadang-kadang sulit dibendung.  Hal ini disebabkan setiap manusia diberi hawa nafsu yaitu keinginan-keinginan yang selalu mengajak pada kejelekan.  Firman Allah:

Artinya: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari nafsu).  Sesungguhnya nafsu adalah selalu mengajak pada kejelekan” (QS. Yusuf: 53).

Perkembangan zamar akhir dengan adanya modernisasi/globalisasi banyak menawarkan berbagai macam bentuk dan praktek kemaksiyatan yang dihiasi dengan keindahan dan kenikmatan nyaris tak terkendalikan.  Di sisi lain Allah juga menciptakan makhluk yang bernama Iblis/Syetan dan telah Allah tetapkan sebagai musuh manusia, telah bersumpah untuk menjadikan anak turun Adam menjadi orang yang tidak bersyukur dan dilaknati Allah, sebagaimana tertuang dalam percakapan Iblis dengan Allah dalam Al-Qur’an:

Artinya: “Iblis berkata: karena Engkau telah menyesatkan padaku, niscaya sungguh aku akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.  Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (tho’at)”. (QS. Al-A’rof: 16-17)

Dalam tubuh kita ada 3 komponen besar yang mengendalikan diri kita yaitu: hati, nafsu dan akal.  Hati (suara hati) akan selalu mengajak kebaikan, kita berbohongpun hati kita tidak setuju, sedangkan  nafsu selalu mengajak pada kejelekan dan kita diberi akal untuk berfikir apakah kita akan mengikuti suara hati atau hawa nafsunya kalau kita mengikuti suara hati akan selamat.

Kemaksiyatan lewat Khomr, Narkoba dan Judi

Negera kita, yang terkenal sebagai bangsa timur dengan keluhuran adat-istiadat dan budaya ternyata merupakan sarang produsen, pengedar dan pengguna narkoba terbesar di dunia.  Kejahatan yang timbul akibat  khomr, narkoba dan judi begitu merajalela, tidak mengenal usia, status sosial dan batas wilayah, pelaku tidak lagi takut ancaman siksa di akhirat maupun penjara (di dunia).  Para pemuda bermabuk-mabukan di pinggir jalan, di kafe, klab malam seolah menjadi pemandangan biasa, bahkan anak SD sudah mulai terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.  Akibat yang timbul dari penyalahgunaan  narkoba, pengguna akan semakin menurun kesehatan fisik maupun psikisnya, mereka tidak mempunyai lagi harapan  masa depan, mereka terbuai dengan angan-angan setinggi langit tanpa mau bekerja keras, sehingga mereka menjadi pemalas.  Hal tersebut sangat membahayakan bagi generasi muda.

Beratnya akibat Peminum Khomr dan Judi.

Khomr dan judi telah menjadi  masalah di sepanjang zaman karena perbuatan tersebut termasuk perbuatan keji, baik dilihat dari sudut pandang agama maupun dari sudut pandang dunia.  Celakanya anak muda yang masih labil banyak yang tergiur untuk mencoba dan mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang tersebut.  Mereka merasa bangga, merasa lebih jantan, modern, merasa sebagai anak gaul bila telah minum minuman keras dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu, mereka tidak menyadari bahwa itu adalah perbuatan maksiyat.  Orang yang mengkonsumsi minuman keras /narkotika biasanya diawali dari  perokok, orang yang sudah menikmati merokok dia akan mencari sesuatu  yang lebih dari itu.  Oleh karena itu remaja muslim diharapkan jangan sampai mencoba untuk merokok, meskipun kadang-kadang dikatakan kampungan, tidak gaul, dll.  Karena merokok adalah gerbang dari narkoba dan harom menurut agama (fatwa MUI), merokok banyak mudlorotnya, mubadzir yang berarti termasuk perbuatan syetan. Kalau ditinjau dari segi kesehatan merokok merugikan kesehatan, ditinjau dari segi ekonomi si perokok termasuk pemborosan, misal harga 1 bungkus rokok  Rp 8000,- umpama dibelikan balur (ikan asin) satu keluarga dapat menikmatinya.  Ingatlah  Firman Allah:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memubadzirkan, mereka adalah saudaranya syetan……”.(QS. Al-Isra’:27)

Peminum khomr erat kaitannya dengan judi, karena keduanya merupakan perbuatan maksiyat, setelah selesai judi sebagai ungkapan kegembiraan atas kemenangan, mereka bersulang  minum arak.  Bagi yang menang seolah-olah puncak kemenangan dan bagi yang kalah dengan minum khomr susahnya hilang.  Allah menyerukan larangan pada keduanya:

Artinya: “Wahai orang-rang yang beriman sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan yang keji yang termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan”,(QS. Al-Maidah:90).

Banyak peminum khomr dan obat-obatan terlarang serta judi akhirnya jatuh hidupnya, martabatnya, rusak badannya, tersingkir dari masyarakat dan di akhiratnya diharomkan masuk surga. Sabda Rasulullah Saw:

Artinya: “Dan ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga, yaitu orang yang menentang (menyakiti hati) kedua orang tuanya, dan yang membiasakan minum arak, dan orang-orang yang mengungkit-ungkit terhadap apa yang ia berikan” (HR. AnNasa’i)

Dalam hadits lain Rosulullah SAW bersabda:

Artinya: “Telah dilaknat sepuluh macam masalah khomr, dilaknat khomr dengan dzatnya (keadaan khomr itu sendiri), orang yang meminumnya, orang yang memberi minum khomr, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya, orang yang menyuruh memeras, orang yang membawakan, orang yang menyuruh membawakan, dan orang yang makan hasil penjualan khomr” (HR. Ahmad).

Upaya menjauhi dan menghindari perbuatan maksiyat:

1        Meningkatkan kefahaman dan ketaqwaan kepada Allah.

2        Memperbanyak mengaji (mencari ilmu).

3        Senang mendengarkan nasehat, tausiyah, ceramah agama.

4        Bergaul dengan orang-orang yang sholeh.

5        Meningkatkan taqorrub ilallah

6         Menyibukkan diri  dengan  kegiatan positif., dll.

Penulis:  Ir. Amat Sarjono

Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lahat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: